Soal UKOM Ners: Keperawatan Medikal Bedah (KMB)
Ditinjau 24 September 2026
Keperawatan Medikal Bedah adalah kategori terluas: pasien dewasa dengan gangguan sistem tubuh, di bangsal maupun sebelum dan sesudah operasi. Soalnya hampir selalu berupa kasus — tanda vital, keluhan, hasil laboratorium — lalu menanyakan data yang paling penting, masalah keperawatan, atau tindakan pertama.
Topik yang diuji
- Kardiovaskular — hipertensi, gagal jantung, sindrom koroner akut, dan pemantauan terapinya
- Respirasi — PPOK, asma, pneumonia, dan terapi oksigen
- Muskuloskeletal — fraktur, traksi dan gips, sindrom kompartemen, perawatan pascaoperasi ortopedi
- Endokrin — diabetes melitus, hipoglikemia, dan gangguan tiroid
- Pencernaan — sirosis, perdarahan saluran cerna, dan perawatan stoma
Yang sering keliru
- Pasien sesak napas ditangani jalan napas dan posisinya dulu (semi-Fowler atau high-Fowler), baru pengkajian lanjutan.
- Diuretik kuat seperti furosemid membuang kalium. Yang paling perlu dipantau adalah kadar kalium, bukan natrium atau kalsium.
- Hipoglikemia pada pasien yang masih sadar ditangani dengan 15–20 gram karbohidrat sederhana lalu gula darah diperiksa ulang sekitar 15 menit kemudian — bukan langsung menunggu jadwal makan.
Contoh soal dan pembahasannya
Gratis dibaca. Jawaban benar ditandai hijau, disusul alasan dan langkah penalarannya.
Perawat akan melakukan pengisapan lendir (suction) melalui selang endotrakeal pada pasien yang terpasang ventilator. Prosedur yang benar adalah?
- A. Melakukan pengisapan terus-menerus selama kateter didorong masuk ke dalam
- B. Melakukan pengisapan tanpa henti hingga tidak ada lendir yang tersisa
- C. Oksigenasi dulu dan batasi tiap pengisapan sekitar 10–15 detik
- D. Mengulangi pengisapan segera tanpa jeda agar tindakan lebih cepat selesai
- E. Memakai teknik bersih tanpa sarung tangan steril karena waktu terbatas
Pengisapan dapat menimbulkan hipoksemia; oksigenasi dan pembatasan durasi mencegahnya.
- Pengisapan tidak hanya menarik lendir tetapi juga udara beroksigen dari jalan napas.
- Oksigenasi sebelum tindakan dan durasi singkat sekitar 10–15 detik mengurangi risiko hipoksemia dan bradikardia.
- Isapan diberikan saat kateter ditarik, dengan teknik steril, dan diberi jeda antarpengisapan.
Pasien diabetes mendapat insulin reguler dan insulin NPH yang akan dicampur dalam satu spuit. Urutan pengambilan yang benar adalah?
- A. Insulin NPH (keruh) diambil lebih dulu, baru insulin reguler (bening)
- B. Kedua insulin dikocok kuat bersama di dalam satu vial terlebih dulu
- C. Insulin reguler (bening) diambil lebih dulu, baru insulin NPH (keruh)
- D. Urutan tidak berpengaruh karena keduanya akan tercampur di spuit
- E. Insulin reguler dan NPH harus selalu disuntikkan di lokasi berbeda
Insulin bening diambil lebih dulu supaya vialnya tidak tercemar insulin keruh yang bekerja lebih lama.
- Udara disuntikkan lebih dulu ke vial NPH, lalu ke vial reguler.
- Insulin reguler diambil pertama, kemudian NPH.
- Bila vial reguler tercemar NPH, kerja cepatnya berubah dan dosis berikutnya menjadi tidak dapat diandalkan.
Seorang pasien dengan gagal jantung kongestif mendapat terapi furosemide injeksi. Perawat perlu memantau kadar elektrolit tertentu karena risiko efek samping obat ini. Elektrolit apa yang paling penting dipantau?
- A. Kalium
- B. Kalsium
- C. Magnesium
- D. Natrium
- E. Fosfat
Furosemide adalah diuretik loop yang membuang kalium bersama natrium dan air, sehingga berisiko menyebabkan hipokalemia.
- Furosemide bekerja menghambat reabsorpsi Na-K-2Cl di lengkung Henle.
- Efeknya membuang banyak kalium lewat urine, bukan hanya natrium.
- Hipokalemia berbahaya karena bisa memicu aritmia jantung, apalagi pada pasien gagal jantung.
- Perawat harus memantau kadar kalium serum dan tanda klinis hipokalemia seperti kelemahan otot dan aritmia.
Pasien diabetes melitus tiba-tiba berkeringat dingin, gemetar, dan bingung. Gula darah kapiler menunjukkan 55 mg/dL. Tindakan prioritas perawat adalah?
- A. Menyuntikkan insulin tambahan segera
- B. Memberi gula cepat serap, misalnya jus manis
- C. Menyuruh pasien tidur untuk beristirahat
- D. Menunggu 1 jam sebelum mengecek ulang gula darah
- E. Memberikan makanan tinggi lemak
Gejala dan gula darah 55 mg/dL menunjukkan hipoglikemia — harus segera dikoreksi dengan sumber glukosa cepat, bukan insulin (yang justru menurunkan gula darah lebih jauh).
- Berkeringat dingin, gemetar, dan bingung adalah gejala klasik hipoglikemia akibat kekurangan glukosa ke otak.
- Insulin akan MEMPERPARAH hipoglikemia — kontraindikasi mutlak dalam situasi ini.
- Sumber gula cepat (15 gram karbohidrat sederhana) adalah tatalaksana lini pertama, lalu evaluasi ulang gula darah 15 menit kemudian.
Latihan bertimer per kategori. Tiap sesi 15 soal kasus klinis dalam 15 menit — 1 menit per soal, sama dengan pacing ujian — diambil acak sehingga susunannya berbeda tiap kali mengulang. Selesai tes, tiap soal dibahas langkah demi langkah dan skornya dirinci per topik. Soal contoh beserta pembahasannya bisa dibaca gratis di beranda, tanpa daftar.