Soal UKOM Ners: Manajemen Keperawatan
Ditinjau 24 September 2026
Manajemen keperawatan menguji perawat sebagai pemimpin tim dan kepala ruangan: mendelegasikan, menyelesaikan konflik, menjaga keselamatan pasien, dan bertindak sesuai etik dan hukum.
Topik yang diuji
- Kepemimpinan — gaya kepemimpinan dan pengambilan keputusan
- Delegasi — tugas apa yang boleh didelegasikan, kepada siapa
- Patient safety — sasaran keselamatan pasien dan pelaporan insiden
- Etik & legal — prinsip etik, persetujuan tindakan, kerahasiaan
- Manajemen konflik — strategi penyelesaian konflik dalam tim
Yang sering keliru
- Delegasi mengikuti lima benar: tugas yang tepat, keadaan yang tepat, orang yang tepat, arahan/komunikasi yang tepat, dan supervisi yang tepat. Pengkajian dan evaluasi tetap tanggung jawab perawat.
- Enam sasaran keselamatan pasien: ketepatan identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan obat yang perlu diwaspadai, kepastian tepat lokasi–prosedur–pasien operasi, pengurangan risiko infeksi, dan pengurangan risiko jatuh.
- Konflik dalam tim paling baik diselesaikan dengan kolaborasi — mencari penyelesaian yang memenuhi kebutuhan kedua pihak — bukan menghindar atau memaksakan kehendak.
Contoh soal dan pembahasannya
Gratis dibaca. Jawaban benar ditandai hijau, disusul alasan dan langkah penalarannya.
Perawat memberikan obat yang salah kepada pasien, tetapi pasien tidak mengalami cedera apa pun. Menurut klasifikasi insiden keselamatan pasien, kejadian ini adalah?
- A. KNC, karena pasien tidak cedera
- B. Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)
- C. Kondisi Potensial Cedera (KPC)
- D. Kejadian Tidak Cedera (KTC)
- E. Kejadian sentinel
KTC: insiden sudah terpapar ke pasien tetapi tidak menimbulkan cedera; KNC: insiden belum sampai terpapar ke pasien.
- Obat sudah diberikan, sehingga insiden sudah terpapar ke pasien.
- Karena tidak ada cedera, kejadian digolongkan KTC.
- Bila kesalahan tercegah sebelum obat diberikan, digolongkan KNC.
Dua perawat berselisih tentang jatah libur akhir pekan. Kepala ruangan menyarankan masing-masing mendapat satu akhir pekan libur secara bergantian. Strategi penyelesaian konflik ini disebut?
- A. Kolaborasi
- B. Menghindar
- C. Kompetisi
- D. Akomodasi
- E. Kompromi
Pada kompromi, masing-masing pihak mengalah sebagian untuk mencapai kesepakatan.
- Tidak ada pihak yang memperoleh seluruh keinginannya.
- Kompromi berguna bila waktu terbatas dan kedua pihak memiliki kekuatan setara.
- Kolaborasi mencari penyelesaian yang memenuhi kebutuhan kedua pihak sepenuhnya.
Kepala ruangan yang melibatkan staf dalam pengambilan keputusan, mendengarkan masukan, namun tetap memegang keputusan akhir, menerapkan gaya kepemimpinan?
- A. Otoriter
- B. Demokratis
- C. Laissez-faire
- D. Tidak ada gaya kepemimpinan yang jelas
- E. Birokratis kaku
Gaya demokratis melibatkan staf dalam diskusi dan pengambilan keputusan, namun pemimpin tetap bertanggung jawab atas keputusan akhir — berbeda dari otoriter (keputusan sepihak) atau laissez-faire (staf dibebaskan tanpa arahan).
- Kepemimpinan otoriter: pemimpin memutuskan sendiri tanpa melibatkan staf.
- Kepemimpinan demokratis: melibatkan staf dalam diskusi, tapi pemimpin tetap mengarahkan dan bertanggung jawab pada keputusan akhir.
- Kepemimpinan laissez-faire: staf diberi kebebasan penuh tanpa arahan/pengawasan jelas dari pemimpin.
Latihan bertimer per kategori. Tiap sesi 15 soal kasus klinis dalam 15 menit — 1 menit per soal, sama dengan pacing ujian — diambil acak sehingga susunannya berbeda tiap kali mengulang. Selesai tes, tiap soal dibahas langkah demi langkah dan skornya dirinci per topik. Soal contoh beserta pembahasannya bisa dibaca gratis di beranda, tanpa daftar.